Diam Di Dalam Kamu
...

Diam Di Dalam Kamu

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Sabtu, 25 Oktober 2025. Diam di dalam kamu (Roma 8:1-11). 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah hal ini memang tidak mungkin baginya. 8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Roma 8:1–11: Pertama, kemerdekaan sejati. Dalam ayat 1, Paulus menulis: “Sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Dalam ayat ini Paulus menegaskan bahwa hukuman atas dosa telah ditanggung sepenuhnya oleh Kristus dan karena itu kita bebas. Kita tidak lagi hidup di bawah tekanan dan rasa takut akan kegagalan, karena Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut (ayat 2). Di sini, Paulus menunjukkan bahwa orang percaya (kita) telah dimerdekakan dan dimampukan oleh Roh untuk hidup sesuai kehendak Allah. Namun harus disadari, kemerdekaan dalam Kristus bebas dari hukuman yang seharusnya kita tanggung akibat dosa. Ini adalah kemerdekaan yang menghasilkan rasa syukur, dan bukan kelonggaran moral kemerdekaan yang memampukan kita untuk hidup dalam kekuatan Roh dan bukan dalam rasa takut atau usaha manusia semata. Kedua, diam di dalam kamu. Dalam ayat 11, Paulus menyatakan kebenaran luar biasa ini: “Jika Roh Dia yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam kamu…” Hal ini bukan metafora, melainkan suatu realitas spiritual yaitu Roh Kudus yang menghidupkan Kristus dari kematian, kini diam di dalam orang percaya. Artinya, kuasa kebangkitan bukan hanya untuk kebangkitan tubuh pada akhir zaman, tetapi untuk hidup saat ini, yaitu untuk membangkitkan kita dari kematian rohani, dari kebiasaan lama, dari ketakutan dan kelemahan. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda