Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Kamis, 23 Oktober 2025. Pilihan (Roma 6:19-23). 6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 6:23 Sebab upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Roma 6:19–23: Pertama, bebas dari kebenaran. Dalam ayat 20, Paulus berkata: “Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.” Pernyataan Paulus dalam ayat 20 ini merupakan sesuatu yang mengejutkan: Ketika kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. Artinya, ketika kita hidup dalam dosa, kita tidak memiliki dorongan atau kapasitas untuk hidup benar. Namun sekarang, sebagai hamba Allah, kita bukan lagi bebas dari kebenaran melainkan kita bebas untuk melakukan kebenaran. Paulus sesungguhnya ingin menandaskan bahwa kemerdekaan dalam Kristus bukan sekadar pelepasan dari dosa, tetapi pemberdayaan untuk hidup dalam kehendak Allah. Kita tidak hanya keluar dari penjara dosa, tapi diberikan arah dan tujuan baru: hidup dalam kekudusan, yang pada akhirnya menerima hidup kekal sebagai karunia dan bukan sebagai hasil usaha kita. Kedua, buah dari pilihan. Dalam ayat 21-23, Paulus menjelaskan tentang buah dari pilihan kita. “Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian….. Sebab upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Paulus mengajak kita menengok masa lalu — saat kita masih menjadi hamba dosa. Waktu itu mungkin terasa bebas, tapi kini, ketika kita sadar, yang tersisa hanyalah rasa malu dan buah yang membusuk. Dosa menjanjikan kenikmatan sekejap, tapi menyisakan kehancuran jangka panjang. Sebaliknya, hidup dalam kebenaran menghasilkan buah pengudusan, dan pada akhirnya, hidup yang kekal. Setiap pilihan yang kita buat pada hari ini akan menghasilkan buah entah buah yang membuat kita malu, atau buah yang menguduskan dan memuliakan Allah. Hidup dalam Kristus bukan sekadar meninggalkan dosa, tapi mengubah arah secara total menuju hidup yang membuahkan kekudusan, bukan kehancuran. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda