Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Senin, 20 Oktober 2025. Iman yang memuliakan Allah (Roma 4:20-25). 4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, 4:21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 4:22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 4:23 Kata-kata ini, yaitu hal ini diperhitungkan kepadanya, tidak ditulis untuk Abraham saja, 4:24 tetapi ditulis juga untuk kita sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, 4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Roma 4:20–25: Pertama, iman yang memuliakan Allah. Dalam ayat 20 dikatakan: ”Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.” Dalam ayat ini Paulus menunjukkan bahwa iman diperkuat dan menjadi sarana untuk memuliakan Allah. Abraham tidak memiliki kepastian manusiawi akan janji itu, sebab secara biologis Abraham dan Sara sudah mustahil mempunya anak, namun Abraham memilih untuk percaya kepada kepastian Allah. Di sinilah letak kedalaman iman Abraham. Artinya walaupun Abraham memiliki keraguan sebagai manusia, namun Abraham memilih untuk tidak membiarkan keraguan mengalahkan kepercayaannya. Abraham tahu bahwa Allah adalah pribadi yang layak dipercaya. Kedua, kebenaran yang diperhitungkan. Dalam ayat 22-24, Paulus menulis: “Hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran... ditulis juga untuk kita sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus...” Kata “diperhitungkan” di sini merupakan suatu deklarasi identitas. Abraham dinyatakan benar bukan karena perbuatannya, melainkan karena imannya. Hal yang sama kini berlaku bagi kita, bukan karena kita hidup tanpa cela, tetapi karena kita menaruh percaya pada karya Kristus. Kepercayaan kepada Allah yang membangkitkan Yesus menghubungkan kita dengan iman Abraham dan memperluas horizon kebenaran dari janji pribadi menjadi karya penyelamatan universal. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda