Setia Berarti Tetap Maju Walaupun Terluka
...

Setia Berarti Tetap Maju Walaupun Terluka

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Sabtu, 18 Oktober 2025. Setia berarti tetap maju walaupun terluka (2Timoteus 4:10-17). 4:10 Karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 4:11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 4:12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 4:13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 4:14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 4:15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. 4:16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--, 4:17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaani, 2 Timotius 4:10–17: Pertama, kesetiaan Ilahi di tengah pengkhianatan dan kesepian. Dalam ayat 16-17 dikatakan: “Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku... tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku...” Paulus menghadapi kesendirian yang dalam: ditinggalkan oleh rekan-rekannya, bahkan saat ia membutuhkan dukungan paling besar. Namun dalam momen itulah ia mengalami realitas hadirat Tuhan yang setia dan penguatan yang supranatural. Ini bukan sekadar penghiburan emosional, tetapi kekuatan yang memampukannya untuk terus memberitakan Injil di tengah ancaman. Kesepian bisa menjadi ladang di mana kesetiaan Allah paling terasa. Ketika semua manusia mengecewakan atau pergi, Tuhan tidak hanya hadir—Ia menguatkan dan menopang. Jangan mengukur nilai pelayanan dari banyaknya orang yang mendukungmu, tapi dari siapa yang tetap berdiri bersamamu saat semua pergi: Yesus yang setia. Kedua, pelayanan yang sejati tidak bebas dari pengkhianatan. Dalam ayat 10 dan ayat 14, Paulus mencatat: “Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku..., Aleksander... telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku...” Paulus mencatat dua jenis luka: ditinggalkan oleh sahabat (Demas) dan disakiti oleh lawan (Aleksander). Menariknya, Paulus tidak membiarkan luka itu menghentikan atau mematikannya. Paulus tetap memanggil Markus kembali (yang dulu pun pernah mengecewakannya), dan menyerahkan pembalasan kepada Tuhan. Fokusnya bukan pada orang yang pergi atau menyakiti, tapi pada Injil yang harus terus diberitakan. Pelayanan sejati akan melewati pengkhianatan, kekecewaan, dan penolakan. Tetapi panggilan kita bukan untuk membalas atau meratap terlalu lama, melainkan tetap melangkah, mengampuni, dan percaya bahwa Tuhan yang adil akan menangani sisanya. Setia tidak berarti tidak pernah terluka setia berarti tetap maju meski terluka. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda