Injil: kekuatan yang menyelamatkan
...

Injil: kekuatan yang menyelamatkan

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Selasa, 14 Oktober 2025. Injil: kekuatan yang menyelamatkan (Romo 1:16-25). 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman. 1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 1:19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 1:16–25: Pertama, Injil: kekuatan yang menyelamatkan. Dalam ayat 16 dikatakan: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya...” Di tengah dunia yang penuh kefasikan, penindasan kebenaran, dan penyembahan berhala seperti yang dinyatakan dalam ayat 18–25, Paulus menyatakan keyakinannya yang kokoh bahwa hanya Injil yang mampu menyelamatkan. Injil tidak hanya memberi informasi, tetapi mengandung kuasa Allah untuk mengubahkan hati manusia. Injil tetap relevan dan berkuasa dalam setiap situasi. Kuasa Injil menembus hati dan membangkitkan kehidupan baru. Di tengah kekacauan moral dan kegelapan spiritual, Injil adalah satu-satunya terang sejati yang dapat membawa keselamatan dan pemulihan sejati. Kedua, ketika kebenaran Allah ditolak. Dalam ayat 25 dikatakan: “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya...” Paulus menggambarkan proses runtuhnya spiritualitas manusia. Manusia mengetahui kebenaran tentang Allah (ay. 19–20), tetapi memilih untuk menolaknya. Akibatnya, Allah membiarkan manusia tenggelam dalam hawa nafsu dan penyembahan palsu. Menurut Paulus, hal ini tidak hanya sekadar ketidakpercayaan intelektual, tetapi pemberontakan moral dan penyimpangan hati yang menukar kemuliaan Allah dengan ciptaan. Hati manusia diciptakan untuk menyembah bila tidak diarahkan kepada Sang Pencipta, ia akan tersesat dalam dusta yang membinasakan. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda