Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Kamis, 9 Oktober 2025. Tuhan menyimpan orang yang setia sebagai milik kesayangan-Nya (Maleakhi 3:13-4:2a). 3:13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau? 13:14 Kamu berkata: Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? 13:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga. 13:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: TUHAN memperhatikan dan mendengarnya sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya. 13:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. 13:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. 4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. 4:2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
Renungan : .Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Maleakhi 3:13–4:2: Pertama, iman yang terguncang. Dalam ayat 14 dikatakan: “Kamu berkata: Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?” Ucapan umat Tuhan bahwa: Adalah sia-sia beribadah kepada Allah... adalah jeritan frustrasi dari hati yang merasa bahwa hidup benar tidak membawa keuntungan. Mereka melihat orang fasik mujur dan bahkan selamat dari hukuman padahal mencobai Allah. Dalam keputusasaan itu, mereka mulai meragukan makna ketaatan. Sering kita juga bertanya hal yang sama: Apa gunanya tetap setia? Mengapa orang yang tidak takut Tuhan malah hidup nyaman? Perikop ini menunjukkan bahwa Tuhan mendengar keluhan seperti itu dan Tuhan tidak mengabaikannya. Tuhan juga mendengar suara orang yang tetap takut kepada-Nya, meski diam-diam dan tanpa sorotan. Untuk mereka, Tuhan menulis kitab peringatan. Dia memperhatikan, bahkan ketika dunia ini lenyap (4:2). Kedua, Tuhan menyimpan orang yang setia sebagai milik kesayangan-Nya. Dalam 4:2 dikatakan: “Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.” Dalam kekacauan moral, ketika kebenaran seolah tidak dihargai dan kefasikan dibiarkan, Tuhan menegaskan bahwa ada perbedaan antara orang benar dan orang fasik, walaupun belum tampak sekarang, tetapi pada hari Tuhan, semuanya akan menjadi jelas. Orang yang takut akan Tuhan akan diselamatkan, dipulihkan, bahkan bersukacita seperti anak lembu lepas kandang. Di tengah dunia yang membingungkan dan terasa tidak adil, Tuhan berjanji bahwa kebenaran akan terbit seperti surya terang yang menyembuhkan, bukan hanya menghakimi. Tuhan tidak lupa kepada orang yang menghormati nama-Nya, bahkan menyebut mereka sebagai milik kesayangan-Nya (13:17). Ketika penghakiman datang seperti perapian bagi orang fasik, bagi orang benar penghakiman itu seperti mentari pagi yang membawa pemulihan. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda