Sabda Allah Tidak Pernah Berhenti Bekerja
...

Sabda Allah Tidak Pernah Berhenti Bekerja

Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 12 Juli 2026. Sabda Allah Tidak Pernah Berhenti Bekerja (Yesaya 55:10-11). 55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama hari ini, Yesaya 55:10-11:

Pertama : Sabda Allah Tidak Pernah Berhenti Bekerja. Melalui gambaran hujan dan salju yang turun dari langit, Nabi Yesaya mengajarkan bahwa Sabda Allah memiliki daya hidup yang tersembunyi tetapi pasti. Air hujan tidak langsung menghasilkan panen pada hari itu juga. Ia terlebih dahulu meresap ke dalam tanah, melembutkannya, memberi kehidupan pada benih, lalu perlahan menghadirkan tunas, tanaman, dan akhirnya buah. Demikian pula Sabda Tuhan bekerja di dalam hati manusia. Sering kita merasa doa-doa kita belum dijawab, pertobatan seseorang belum terjadi, atau pewartaan kita tampak sia-sia. Namun, Allah mengingatkan bahwa Sabda-Nya memiliki ritme ilahi yang tidak selalu mengikuti ukuran waktu manusia. Ia bekerja dalam keheningan, menyentuh hati secara perlahan, membentuk cara berpikir, memurnikan motivasi, dan akhirnya menghasilkan buah pada saat yang ditentukan-Nya. Karena itu, hidup beriman menuntut kesabaran sekaligus kepercayaan. Tugas kita bukan memaksa hasil, melainkan terus membuka hati agar Sabda itu dapat meresap semakin dalam dan memberi kehidupan.



Kedua : Sabda Allah Selalu Diutus untuk Menciptakan Kehidupan. Allah berkata bahwa firman yang keluar dari mulut-Nya tidak akan kembali kepada-Nya dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Sabda Allah bukan sekadar kumpulan ajaran atau informasi rohani. Sabda adalah tindakan Allah sendiri yang berkarya di tengah dunia. Ketika Allah berbicara, sesuatu yang baru mulai terjadi: hati yang keras dapat menjadi lembut, yang putus asa memperoleh harapan, yang berdosa menemukan jalan pulang, dan yang lemah diteguhkan untuk melangkah kembali. Maka, mendengarkan Kitab Suci tidak boleh berhenti pada kekaguman intelektual atau pengetahuan biblis semata. Sabda baru sungguh diterima apabila mengubah cara kita mengasihi, mengampuni, melayani, dan mengambil keputusan setiap hari. Semakin Sabda itu menjelma menjadi tindakan nyata, semakin tampak bahwa Allah sedang menyelesaikan karya-Nya melalui hidup kita. Dengan demikian, setiap orang beriman dipanggil bukan hanya menjadi pendengar Sabda, melainkan juga menjadi tanah yang subur tempat Sabda Allah bertumbuh dan menghasilkan buah yang melimpah bagi sesama.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda