Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 06 Juli 2026. Pertobatan: Kembali ke Relasi Kasih (Hosea 2:13.14b-15.18-19). 2:13 (2-12) Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku, demikianlah firman TUHAN. 2:14 (2-13) Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. 2:15 (2-14) Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir. 2:18 (2-17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram. 2:19 (2-18) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama: Hosea 2:13.14b-15.18-19:
Pertama : Allah Tidak Pernah Menyerah pada Umat yang Sering Menyeleweng. Melalui Nabi Hosea, Tuhan melukiskan diri-Nya seperti seorang kekasih yang tetap mencari pasangannya yang tidak setia. Umat Israel digambarkan meninggalkan Allah dan mengejar “para kekasih lain,” namun Tuhan justru menarik mereka kembali ke padang gurun, tempat relasi dimurnikan dan hati dipulihkan. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan Allah tidak berhenti meski manusia sering berpaling. Kasih Allah tidak mudah menyerah, bahkan ketika manusia berulang kali mengecewakan-Nya. Ia tidak mencari balas dendam, melainkan pemulihan dan rekonsiliasi.
Kedua : Pertobatan adalah Kembali ke Relasi Kasih, Bukan Sekadar Menghindari Hukuman. Tuhan berjanji akan berbicara dengan lembut dan memulihkan ikatan kasih-Nya dengan umat-Nya. Bahasa Hosea sangat indah: Allah akan “memikat kembali” umat-Nya dan berbicara kepada hati mereka. Ini menegaskan bahwa pertobatan bukan hanya soal meninggalkan dosa karena takut dihukum, tetapi kembali kepada Allah yang mengasihi. Pertobatan sejati terjadi ketika hati kembali jatuh cinta kepada Tuhan, bukan sekadar takut pada akibat dosa. Di sanalah relasi dipulihkan, dan hidup manusia kembali menemukan maknanya dalam kasih Allah.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda