Tuhan Datang Dengan Kerendahan Hati
...

Tuhan Datang Dengan Kerendahan Hati

Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 05 Juli 2026. Tuhan Datang Dengan Kerendahan Hati (Zakharia 9:9-10). 9:9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 9:10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama: Zakharia 9:9-10:

Pertama : Tuhan Datang dengan Kerendahan Hati. Nabi Zakharia mewartakan bahwa raja yang dinantikan akan datang dengan lemah lembut, mengendarai seekor keledai, bukan kuda perang. Gambaran ini mencapai kepenuhannya dalam diri Kristus yang memasuki Yerusalem bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai Raja Damai. Allah menunjukkan bahwa kuasa sejati tidak selalu tampak dalam kekuatan atau kemegahan, tetapi dalam kerendahan hati dan kasih yang melayani. Dunia mengagungkan kekuasaan yang menaklukkan, sedangkan Tuhan menunjukkan kuasa yang menyelamatkan melalui kelemahlembutan.



Kedua : Damai Sejati Lahir Ketika Manusia Membiarkan Kristus Memerintah Hatinya. Nabi Zakharia menubuatkan bahwa Sang Raja akan melenyapkan kereta perang dan busur panah serta mewartakan damai kepada bangsa-bangsa. Damai yang dijanjikan bukan sekadar tidak adanya peperangan, melainkan pemulihan hubungan manusia dengan Allah dan sesamanya. Karena itu, damai tidak dimulai dari perubahan keadaan, tetapi dari hati yang menyerahkan diri kepada Kristus. Selama Kristus belum menjadi Raja di dalam hati, dunia akan terus mencari damai tanpa pernah benar-benar menemukannya. Sebaliknya, hati yang dikuasai Kristus akan menjadi sumber damai bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda